Home Berita Terkini Strategi Penanaman Nilai-nilai Agama pada Anak di Era Digital

Strategi Penanaman Nilai-nilai Agama pada Anak di Era Digital

31
0
SHARE
strategi pendidikan agama

Strategi Penanaman Nilai-nilai Agama pada Anak di Era Digital. – Era digital merupakan era dimana semua dipermudah mulai dari mengakses informasi kehidupan pribadi sampai dengan berita dunia. Perkembangan teknologi ini mempunyai dampak negatif dan positif. Beberapa dampak negative dari perkembangan teknologi adalah membuat orang menjadi malas hal itu terjadi karena dengan adanya teknologi mesin yang membuat pekerjaan menjadi mudah sehingga orang tidak lagi bergerak. Dampak negatif berikutnya adalah membuat yang dekat menjadi jauh. Hal itu terjadi karena dengan adanya benda elektronik hp dengan aplikasi yang sangat menarik membuat banyak orang kecanduan sehingga seseorang akan lebih suka main hp dibanding berinteraksi dengan orang lain. Dampak positifnya dengan adanya elektronik adalah seseorang akan lebih mudah mencari informasi terkait berita terbaru sampai dengan perkiraan cuaca.

Perkembangan era digital yang sangat pesat membuat orang tua harus melakukan pengawasan yang ekstra terhadap anaknya, apalagi dengan mudahnya mengakses konten-konten negative. Lalu bagaimana sih strategi penanaman nilai-nilai agama pada anak di era digital ini?

1. Pendidikan anak dalam keluarga

Keluarga merupakan batu bata dalam bangunan suatu bangsa. Suatu bangsa terdiri dari kumpulan keluarga, jika rumah tangga rapuh dan lemah, maka bangsa itu akan lemah. Oleh karena itu, setiap komponen dalam keluarga memiliki peranan penting.

Dalam ajaran agama Islam, anak adalah amanah dari Allah SWT yang wajib dipertanggungjawabkan, sebagaimana Allah SWT telah memerintahkan dalam Al- Qur’an surat At-Tahrim (66) ayat 6. Kewajiban tersebut dapat dilaksanakan dengan mudah dan wajar karena orang tua mencintai anaknya. Manusia diciptakan oleh Allah SWT dengan mempunyai sifat mencintai anaknya, sebagaimana terdapat dalam AlQur’an surat Al-Kahfi (18) ayat 46 Artinya: “Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi amalan-amalan yang kekal lagi saleh adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan.” (QS. Al-Kahfi (18) ayat 46). Uraian diatas menegaskan bahwa:

  1. Wajib bagi orang tua menyelenggarakan pendidikan dalam keluarganya.
  2. Kewajiban itu wajar karena Allah SWT menciptakan orang tua yang bersifat mencintai anaknya.

2. Memilih teman yang bisa membawa ke hal yang positif

Islam mengajarkan bagaimana mencari teman:

  1. Carilah yang rajin ibadah
  2. Selalu mengajak ke hal yang positif
  3. Jujur
  4. Bertanggung jawab
  5. Amanah

Lima hal tersebut adalah beberapa kriteria dalam mencari teman menurut islam. Karena teman yang baik akan selalu mengajak di jalan Allah. Dengan banyak teman kita juga menjaga tali silturahmi. Salah satu manfaat menyambung tali silaturahmi adalah memperpanjang usia. Allah sendiri menganjurkan kita untuk selalu menjaga tali silaturahmi yang terkandung dalam surat An Nisa yang artinya: “Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan isterinya; dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.” (QS. An Nisa : 1).

  1. Memperhatikan pendidikan

Pendidikan di lingkungan formal sendiri sangat penting karena hal tersebut adalah jembatan untuk memperoleh masa depan yang bagus. Sebagai orang tua pilihlah sekolah berbasis islam atau pondok. Memang menyekolahkan anak ke sekolah-sekolah non-Muslim tidak berarti anak tersebut akan terkonversi ke agama lain, tetapi dampak minimal yang tak terhindarkan adalah timbulnya sikap skeptis dan apatis anak terhadap Islam. Alhasil, semakin kuat nilai-nilai agama tertanam akan semakin kokoh resistansi anak remaja terhadap pengaruh-pengaruh negatef dari luar. Sifat agamis bangsa Indonesia dalam tingkat yang cukup besar tidak mengalami pengikisan

penulis : Ulfiyatin. S.Pd (Guru Biologi SMAIT AlUswah Tuban)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here